Teks Editorial



Unicorn Indonesia



            Unicorn tengah hangat diperbincang-bincangkan terutama di media sosial. Tak banyak yang tahu pula bahwa unicorn adalah perusahaan rintisan milik swasta yang nilai kapitalisasinya lebih dari $1 miliar.
            Tahukah anda empat perusahaan startup berstatus unicorn yang berasal Indonesia? Saya yakin kalian sering menggunakannya atau pernah menggunakannya. Yaitu Go-Jek, Traveloka, Bukalapak,dan Tokopedia. Apakah kita sebagai warga masyarakat Indonesia bangga dengan perusahaan tersebut? Jawabannya mungkin iya atau tidak.
            Perusahaan-perusahaan tersebut sahamnya masih dikuasai oleh asing. Mengapa bisa seperti itu? Mudah saja, karena para investor lokal sulit untuk menanam saham mereka di perusahaan tersebut. Berbeda dengan para investor asing. Mereka melihat bahwa Indonesia adalah pasar yang menguntungkan.
Merasa bangga dengan adanya perusahaan-perusahaan  tersebut karena menunjukan Indonesia mampu mengembangkan teknologi dan komunikasi. Apalagi di masa depan akan muncul teknologi-teknologi canggih lainnya. Kita tidak boleh tertinggal.
            Dari berbagai macam perusahaan di bidang ekonomi atau bidang lainnya saham Indonesia dikuasai oleh asing. Tidak ada salahnya jika kita ikut berkontribusi dalam kemajuan teknologi. Namun, jangan sampai perusahaan-perusahaan tersebut diambil alih oleh investor asing.
            Ada hal yang sangat disayangkan pula mengenai produk yang dipasarkan di bisnis e-commerce yaitu masih mengimpor produk dari luar. Seharusnya produk yang lebih banyak dijual adalah produk lokal. Percuma jika industri e-commerce tumbuh pesat, tetapi produk lokal tidak banyak yang diminati oleh masyarakatnya itu sendiri.
            Kedepannya diharapkan ada jaminan terhadap data-data masyarakat yang dihimpun unicorn. Semoga para investor lokal dapat menyuntikan dananya di perusahaan-perusahaan buatan Indonesia agar tidak selalu bergantung pada investr asing. Dengan begitu negara akan mendapatkan keuntungan.
            Perusahaan yang sudah memiliki nama besar harus bisa mengoptimalkan penjualan produk-produk dalam negeri. Dengan begitu diharapkan perekonomian bangsa kita dapat bergerak ke arah yang lebih baik.
            Sekarang tidak perlu menyalahkan siapapun, tak perlu berdebat tentang apapun. Fokus tujuan kita bersama menuju Indonesia maju dan Indonesia yang lebih baik.





Mohon maaf apabila ada kesalahan.

Komentar